Blog

Soal bocor setelah sesi pertama: cara menyelenggarakan ujian dalam beberapa sesi tanpa soal tersebar

Sebuah perusahaan menyelenggarakan asesmen keterampilan tahunan untuk 400 karyawan selama dua hari, dalam empat sesi, karena laboratoriumnya hanya punya 100 komputer. Semua orang mengerjakan soal yang sama, yang diacak. Pada siang hari kedua, peserta datang sudah tahu tentang "soal kebijakan pengembalian dana" dan "soal yang ada diagram lingkarannya". Rata-rata sesi terakhir 14 poin lebih tinggi daripada sesi pertama. Tidak ada yang bisa membuktikan apa pun, tetapi semua peserta sesi pertama merasa dicurangi, dan hasilnya sulit dipertanggungjawabkan.

Jika ujian berjalan dalam beberapa sesi, kebocoran bukan sekadar kemungkinan. Itu hal yang memang harus Anda perkirakan. Peserta mengobrol saat makan siang, memotret, dan mengunggah ke grup obrolan. Artikel ini menjelaskan bagaimana soal bisa tersebar, mengapa pengacakan tidak membantu antarsesi, dan apa yang membantu.

Bagaimana soal tersebar

  • Ingatan. Peserta mengingat lima atau sepuluh soal lalu membagikannya. Ini tidak bisa dicegah, hanya bisa dibuat kurang berharga.
  • Foto. Ponsel di bawah meja, atau foto lembar soal cetak yang diambil di lorong.
  • Layar hasil. Jika peserta melihat soal beserta jawaban benarnya begitu selesai mengumpulkan, sesi pagi menyerahkan kunci jawaban kepada sesi siang.
  • Berkas yang beredar sebelumnya. Tes yang dikirim lewat email antarstaf, cetakan yang tertinggal di mesin fotokopi, drive bersama yang terlalu banyak anggotanya.

1. Pengacakan melindungi dari peserta di sebelah, bukan dari sesi berikutnya

Kesalahannya. "Kami membuat 20 versi, jadi aman." Versi yang diacak berisi soal yang sama dalam urutan berbeda. Itu mencegah peserta menyalin dari layar di sebelahnya. Itu tidak berguna terhadap orang yang paginya sudah diberi tahu bahwa "ada soal tentang kebijakan pengembalian dana, jawabannya 30 hari".

Cara mengatasinya. Berikan soal yang berbeda untuk setiap sesi, dengan tingkat kesulitan yang sama.

Dengan ujian daring ExamQR, Anda menyusun paket soal dari bank soal dengan sebuah struktur: sekian soal per topik dan per tingkat kesulitan. Buat satu paket soal per sesi dari struktur yang sama. Saat Anda membuat beberapa paket soal sekaligus, ExamQR menjaga agar soal-soalnya tidak sama selama bank soal mencukupi, dan mengambil soal yang paling jarang dipakai lebih dulu. Lalu berikan setiap slot waktu paket soalnya sendiri. Setiap sesi mendapat campuran topik dan tingkat yang sama, tetapi tidak dengan soal yang sama.

Untuk itu, bank soalnya harus cukup besar. Untuk empat sesi tanpa soal yang tumpang tindih, Anda memerlukan empat kali jumlah soal di setiap sel topik dan tingkat. Jika suatu sel terlalu kecil, ExamQR memberi tahu berapa soal yang dibutuhkan dan berapa yang tersedia, sehingga Anda tahu di mana perlu menulis soal tambahan. Panduan membangunnya: bank soal.

Di dalam setiap sesi, tetap acak soal menjadi beberapa versi, hingga 1.000, agar peserta yang bersebelahan juga tidak melihat urutan yang sama. Cara menulis soal yang tetap valid saat diacak dibahas di pengacakan soal yang adil.

2. Jangan bagikan jawaban di akhir ujian

Masalahnya. Layar hasil yang menampilkan setiap soal beserta jawaban benarnya adalah alat belajar yang baik, sekaligus sumber kebocoran yang sempurna.

Cara mengatasinya. Di ExamQR, Anda memilih per sesi apa yang dilihat peserta setelah mengumpulkan: tidak ada, nilai total, nilai beserta soal mana yang benar atau salah, atau seluruh soal beserta jawabannya. Untuk ujian yang berjalan dalam beberapa sesi, tampilkan nilai total saja. Jika Anda ingin peserta meninjau jawabannya, ubah pengaturan itu setelah sesi terakhir selesai. Pengaturan baru berlaku saat peserta membuka hasilnya lagi.

3. Tidak ada yang melihat soal sebelum ujian dimulai

Masalahnya. Tes yang dapat dibuka lebih awal, walau hanya semenit, dapat disalin.

Cara mengatasinya. Dalam ujian daring ExamQR, peserta baru menerima soal setelah pengawas memulai sesi untuk ruang mereka. Sebelum itu, tidak ada yang bisa dibuka. Anda juga dapat menetapkan kata sandi untuk setiap ruang, yang dibagikan pengawas saat ujian dimulai, sehingga peserta yang duduk di rumah tidak dapat bergabung ke ujian yang diperuntukkan bagi laboratorium.

Untuk ujian laboratorium dengan ExamQR Exam, ujian dibawa ke ruangan sebagai paket ujian yang dapat Anda lindungi dengan kata sandi, lalu dibuka di komputer server di ruangan itu. Peserta menunggu di layar tunggu sampai sesi dimulai. Gambar dan media lain di komputer peserta disimpan dalam keadaan terenkripsi sampai ujian dibuka, dan aplikasi menghapusnya saat ditutup.

4. Buat foto dan tangkapan layar kurang berguna

  • Di web, klik kanan dan salin diblokir di halaman ujian.
  • Di aplikasi ExamQR Exam, jendela ujian tidak disertakan dalam tangkapan layar dan rekaman layar, dan alat perekam ditutup. Selengkapnya di cara peserta curang dalam ujian berbasis komputer.
  • Kamera ponsel adalah tugas pengawas: ponsel dimasukkan ke tas, pengawas berkeliling ruangan.

Pertahanan terbaik terhadap foto tetaplah yang ada di bagian 1. Foto soal yang tidak akan didapat sesi berikutnya tidak ada nilainya.

5. Simpan soal di lingkaran kecil

  • Bagikan tes hanya kepada orang yang menyusun dan memeriksanya. Di ExamQR, sebuah tes dapat dilihat oleh pemiliknya dan oleh orang-orang yang diberi akses berbagi ke tes itu.
  • Saat memindahkan paket ujian, lindungi dengan kata sandi dan kirim kata sandinya secara terpisah, selambat mungkin.
  • Untuk ujian kertas, cetak selambat mungkin, hitung lembar soal saat dibagikan dan saat dikumpulkan, dan kumpulkan setiap lembar, termasuk kertas buram. Gunakan kode soal di setiap lembar untuk mencocokkannya dengan kunci jawaban dan daftar hadir.

6. Periksa apakah soal tetap bocor

Kebocoran meninggalkan jejak pada angka. Setelah ujian, bandingkan antarsesi:

  • Rata-rata sesi yang terus naik dari sesi pertama hingga sesi terakhir.
  • Soal yang dijawab benar oleh 40% peserta pagi dan 85% peserta siang.

Statistik ExamQR menunjukkan seberapa sulit setiap soal dan seberapa baik soal itu membedakan peserta yang lebih kuat dari yang lebih lemah. Soal yang hasilnya melonjak antarsesi sebaiknya tidak dihitung dalam penilaian ujian ini dan dikeluarkan dari bank soal. Selengkapnya tentang membaca angka-angka itu: analisis butir soal.

Daftar periksa

  • Bank soal yang cukup besar untuk satu set soal baru per sesi.
  • Satu paket soal per sesi, disusun dari struktur yang sama, dan versi teracak di dalam setiap sesi.
  • Peserta hanya melihat nilainya sampai sesi terakhir selesai.
  • Soal baru dibuka saat pengawas memulai sesi; kata sandi ruang untuk sesi di laboratorium.
  • Paket ujian dilindungi kata sandi; kata sandinya dibagikan belakangan dan secara terpisah.
  • Ponsel di dalam tas, pengawas berkeliling.
  • Rata-rata sesi dan statistik soal dibandingkan setelah ujian.

Anda tidak dapat menghentikan peserta mengobrol. Anda dapat membuat apa yang mereka katakan tidak berguna bagi sesi berikutnya. Baca selengkapnya tentang ujian daring dan pengacakan soal.

Artikel lainnya

4 November 2026

Cara membuat beberapa paket soal pilihan ganda di Word

Word tidak bisa mengacak soal untuk Anda. Berapa paket yang perlu dibuat, cara menyiapkan berkas, apa yang harus dikunci, dan cara mendapatkan setiap paket lengkap dengan kode dan kunci jawabannya, gratis.

17 Oktober 2026

Merencanakan hari asesmen daring untuk 300 peserta

Cara membagi 300 peserta ke dalam sesi, memeriksa berapa banyak yang boleh mengerjakan bersamaan di platform Anda, menyiapkan proses masuk, tempat duduk, dan petugas, serta menangani laptop mati atau koneksi putus pada hari pelaksanaan. Dilengkapi jadwal dan daftar periksa.