Bank soal: cara membangun bank soal untuk tes yang baik
Bank soal (item bank) adalah kumpulan soal ujian yang tertata, masing-masing dicatat dengan informasi seperti topik, tingkat kesukaran, jenis soal, dan kunci jawaban, yang menjadi bahan untuk menyusun tes. Berbeda dengan folder berisi soal lama, bank soal memungkinkan Anda menyusun banyak tes yang setara dari satu kisi-kisi, memakai ulang dan memperbaiki setiap soal, serta mengetahui seberapa sering sebuah soal sudah dipakai.
Bank soal yang baik cukup besar untuk tes yang Anda butuhkan, ditata dengan topik dan level yang sama dengan kisi-kisi Anda, dan ditinjau setelah setiap ujian.
Kebanyakan bank soal berawal dari folder berisi soal-soal lama. Cara itu berjalan sampai Anda membutuhkan versi kedua, ujian susulan, atau tes yang adil untuk kelompok yang sudah melihat soal tahun lalu. Saat itulah Anda sadar tidak bisa mencari soal per topik, tidak tahu soal mana yang sudah dipakai, dan tidak bisa memastikan dua versi sama sulitnya. Artikel ini menjelaskan apa yang mengubah tumpukan soal menjadi bank soal yang menghasilkan tes yang baik, dan cara membangunnya dari apa yang sudah Anda miliki.
Bank soal bukan folder berisi soal lama
| Folder soal lama | Bank soal | |
|---|---|---|
| Satuan yang disimpan | Paket soal utuh | Soal satu per satu |
| Mencari soal | Membuka file dan membaca | Menyaring berdasarkan topik, level, jenis, dan status |
| Membuat tes baru | Menyalin dan menyunting manual | Diambil sesuai kisi-kisi, sebanyak versi yang diperlukan |
| Versi yang setara | Sulit dijamin | Topik dan level sama di setiap versi |
| Memperbaiki kesalahan | Di setiap salinan yang memuatnya | Sekali, di bank soal |
| Mengetahui yang sudah dipakai | Dari ingatan | Pemakaian tercatat per soal |
Apa yang dicatat untuk setiap soal
Sebuah soal hanya berguna sejauh informasi yang menyertainya. Setidaknya, catat:
- Topik: bab, unit, atau tujuan pembelajaran yang diukur. Gunakan daftar topik yang sama dengan kurikulum, disusun bertingkat (mata pelajaran → bab → topik), agar bisa mengambil soal dari satu bab penuh atau satu topik saja.
- Level: tingkat kesukaran atau level kognitif yang dimaksud, misalnya mengingat, memahami, dan menerapkan, atau mudah, sedang, dan sukar. Gunakan sedikit level; tiga sampai lima biasanya cukup untuk tes yang seimbang.
- Jenis soal: satu jawaban, banyak jawaban, benar/salah, isian, uraian, atau sekelompok soal dengan teks bacaan atau audio yang sama.
- Kunci jawaban dan, sebaiknya, alasan singkat: mengapa jawabannya benar dan mengapa pengecoh terkuat salah. Alasan ini mempercepat telaah dan membantu siapa pun yang menyunting soal itu dua tahun lagi.
- Status: draf, digunakan, atau dihapus dari peredaran. Soal draf sudah ditulis tetapi belum ditelaah; soal yang dihapus dari peredaran tetap di bank sebagai catatan, tetapi tidak pernah diambil.
- Pemakaian: berapa kali soal muncul dalam tes. Soal yang sering dipakai lebih mungkin sudah dihafal atau tersebar.
Setelah setiap ujian, tambahkan apa yang Anda pelajari: tingkat kesukaran dan daya beda dari analisis butir soal, serta keberatan atau koreksi. Lama-kelamaan label "sedang" berubah dari dugaan menjadi hasil pengukuran.
Kisi-kisi: bagaimana bank soal menjadi tes
Kisi-kisi (blueprint) menyatakan berapa banyak soal dari setiap topik dan level yang dimuat sebuah tes. Untuk tes 20 soal, bentuknya bisa seperti ini:
| Topik | Mudah | Sedang | Sukar | Jumlah |
|---|---|---|---|---|
| Pecahan | 2 | 3 | 1 | 6 |
| Persentase | 2 | 3 | 2 | 7 |
| Rasio dan perbandingan | 2 | 3 | 2 | 7 |
| Jumlah | 6 | 9 | 5 | 20 |
Setiap sel adalah satu pengambilan kecil: "ambil 3 soal persentase level sedang". Semua versi yang disusun dari kisi-kisi yang sama mencakup materi yang sama pada level yang sama; itulah yang membuat versi-versi itu setara dan tesnya valid untuk tujuannya. Susun kisi-kisi lebih dulu, berdasarkan kurikulum dan keputusan yang didukung tes, lalu periksa apakah bank soal punya cukup soal di setiap sel.
Berapa banyak soal yang dibutuhkan?
Hitung per sel, bukan per bank. Jika Anda ingin versi-versi yang tidak berbagi soal, setiap sel membutuhkan paling sedikit jumlah soal yang diminta sel itu dikalikan jumlah versi. Pada kisi-kisi di atas, tiga versi tanpa soal "persentase, sedang" yang sama membutuhkan 3 × 3 = 9 soal jenis itu di bank.
Dalam praktik:
- Untuk ulangan satu kelas, bank soal dua sampai tiga kali panjang tes sudah cukup untuk versi baru bagi yang tidak hadir dan untuk ujian susulan.
- Untuk tes yang diikuti banyak kelompok dari waktu ke waktu, seperti ujian akhir, tes rekrutmen, atau ujian sertifikasi, targetkan lima kali panjang tes atau lebih dan pantau pemakaiannya, karena soal bocor lewat orang yang sudah mengikuti tes.
- Sel yang tipis adalah hambatan yang biasa. Bank berisi 400 soal tetap bisa gagal menghasilkan dua versi jika hanya punya tiga soal sukar untuk satu topik. Hitung per sel sebelum ujian, bukan sesudahnya.
Menulis soal yang awet
Soal yang akan dipakai ulang bertahun-tahun layak mendapat perhatian lebih daripada soal untuk satu tes. Pedoman penulisan soal pilihan ganda yang paling sering dikutip bisa diringkas menjadi beberapa aturan:
- Tuliskan satu masalah yang jelas pada pokok soal, sehingga orang yang menguasai materi bisa menjawab sebelum membaca pilihan.
- Tulis satu jawaban yang jelas benar dan pengecoh yang masuk akal bagi yang belum menguasai topik, sebaiknya berdasarkan kesalahan nyata.
- Buat panjang dan tata bahasa pilihan serupa; hindari "semua jawaban benar" dan kalimat negatif seperti "manakah yang BUKAN" kecuali negasi itu yang diuji.
- Buat setiap soal mandiri: tidak ada soal yang membocorkan jawaban soal lain, hal yang penting ketika soal diambil dalam kombinasi berbeda.
- Hindari fakta yang cepat usang, seperti harga terkini atau "tahun ini", atau catat tanggal telaah bersama soal.
- Hindari rujukan posisi seperti "pilihan di atas", karena soal dan pilihan bisa diacak.
Menjaga bank soal tetap sehat
- Telaah setelah setiap ujian. Jalankan analisis butir soal dan bertindaklah: segera perbaiki kunci yang salah, tulis ulang soal dengan daya beda rendah, dan ganti pengecoh yang tidak dipilih siapa pun. Statistiknya dijelaskan dalam analisis butir soal: tingkat kesukaran dan daya beda.
- Tarik dari peredaran, jangan hapus. Soal yang bocor, usang, atau berkinerja buruk ditandai tidak dipakai agar tidak pernah diambil lagi, sementara catatan tes sebelumnya tetap utuh.
- Pantau keterpaparan. Utamakan soal yang jarang dipakai saat pengambilan, dan perbarui sel yang paling sering diambil.
- Jauhkan draf dari ujian. Soal baru, termasuk yang dibuat AI, harus ditelaah ahli materi sebelum bisa dipakai.
- Batasi akses. Bank soal hanya seaman orang-orang yang bisa membacanya. Jangan simpan kunci jawaban di folder bersama atau salinan cetak.
Membangun bank soal dari yang sudah ada
- Tulis daftar topik dan level, sesuai kisi-kisi tes yang paling sering Anda selenggarakan.
- Impor tes yang sudah ada, lalu beri topik dan level pada setiap soal. Sebagian soal perlu diperbaiki atau dibuang; soal lama sering berisi duplikat dan materi usang.
- Hitung soal per sel dan isi kekosongan: tulis soal baru, atau buat draf dengan AI dan telaah setiap soal sebelum dipakai.
- Susun tes berikutnya dari kisi-kisi, laksanakan, analisis, dan masukkan hasilnya kembali ke bank soal.
Bank soal di ExamQR. Setiap bank soal memiliki pohon topik dan hingga enam tingkat kesukaran. Tambahkan soal satu jawaban, banyak jawaban, benar/salah, isian, dan uraian, kelompokkan soal di bawah teks bacaan yang sama, lengkap dengan gambar, audio, video, dan rumus. Impor tes yang sudah ada dari Word atau PDF, atau buat draf soal dengan AI. Soal bisa berstatus draf, digunakan, atau dihapus dari peredaran, dan hanya soal yang digunakan yang diambil ke dalam tes. Untuk menyusun tes, tentukan strukturnya (topik, level, dan jumlah soal untuk setiap bagian), lalu ExamQR mengambil hingga 1.000 versi, dengan soal berbeda di setiap versi sejauh bank soal mencukupi dan mengutamakan soal yang jarang dipakai. Soal dapat diekspor ke Word dan Excel. Selengkapnya tentang ujian daring.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa beda bank soal dan "test bank"?
Kedua istilah itu tumpang tindih. Dalam bahasa Inggris, "test bank" sering berarti kumpulan soal siap pakai yang diberikan penerbit bersama buku teks; "bank soal" atau "item bank" biasanya berarti kumpulan yang Anda bangun dan rawat sendiri, ditata untuk menyusun tes.
Berapa banyak soal yang sebaiknya ada di bank soal?
Cukup untuk setiap sel kisi-kisi: paling sedikit jumlah soal sel itu dikalikan jumlah versi yang Anda inginkan tanpa tumpang tindih. Sebagai patokan, dua sampai tiga kali panjang tes untuk satu kelas, dan lima kali atau lebih untuk tes yang diulang.
Haruskah peserta melihat bank soal?
Tidak untuk ujian yang dinilai. Jika peserta bisa mempelajari soal yang sebenarnya, skor mengukur hafalan bank soal, bukan penguasaan materi. Untuk latihan, terbitkan kumpulan soal latihan tersendiri.
Bisakah AI menulis soal?
AI cepat membuat draf soal, terutama untuk mengisi sel yang tipis, tetapi masih membuat kesalahan isi dan menulis pengecoh yang lemah. Perlakukan soal buatan AI sebagai draf dan minta ahli materi menelaah setiap soal sebelum boleh diambil ke dalam tes.
Sumber
- American Educational Research Association, American Psychological Association and National Council on Measurement in Education (2014). Standards for Educational and Psychological Testing, chapter 4: Test design and development. Washington, DC: AERA.
- Haladyna, T. M., Downing, S. M. and Rodriguez, M. C. (2002). A review of multiple-choice item-writing guidelines for classroom assessment. Applied Measurement in Education, 15(3), 309–333.
- Vale, C. D. (2006). Computerized item banking. In S. M. Downing and T. M. Haladyna (Eds.), Handbook of Test Development. Mahwah, NJ: Lawrence Erlbaum.